5 Cara Memasak Ayam Bangkok Yang Mudah Agar Daging Terasa Empuk

Ayam bangkok merupakan salah satu jenis ayam yang cukup populer di Indonesia sebagai ayam ternak atau untuk konsumsi. Walau populer sebagai bahan konsumsi, tapi nyatanya daging ayam bangkok mempunyai karakteristik yang alot. Namun, dengan melakukan teknik atau cara memasak yang benar dapat membuat daging ayam bangkok terasa empuk. Berikut merupakan cara memasak ayam bangkok supaya terasa empuk.

1. Memperhatikan Ukuran Panci Saat Merebus Daging

Cara mudah agar daging terasa empuk adalah dengan merebusnya terlebih dahulu sebelum dimasak dengan cara yang diinginkan. Tentu saja, panci dibutuhkan sebagai alat bantu anda ketika merebus. Ternyata, ukuran panci sangat penting untuk diperhatikan karena mempengaruhi karakteristik daging saat dimasak.

Contohnya saja saat menggunakan panci yang ukurannya lebih kecil dari daging atau terlalu pas dengan ukuran daging. Akibatnya, daging yang dimasak akan terhimpit atau bertumpuk satu sama lain, sehingga matangnya tidak merata. Sebaliknya, jika panci terlalu besar, maka akan membutuhkan waktu lebih lama. Hal ini disebabkan air lebih lama mendidih sebab menggunakan terlalu banyak air.

2. Memperhatikan Banyaknya Air Untuk Merebus

Selain memperhatikan ukuran panci, sebaiknya banyaknya air yang digunakan juga harus diperhatikan. Hal ini karena mempengaruhi tingkat kematangan atau durasi memasak yang dilakukan. Sebaiknya, air yang digunakan harus sampai menutupi seluruh permukaan daging ayam bangkok supaya matang merata.

Air yang digunakan sebaiknya juga menggunakan air dingin, bukan air panas atau air hangat. Hal ini bertujuan supaya saat direbus, air dan daging ayam bangkok dapat matang bersama-sama. Jika menggunakan air panas atau air hangat, ada kemungkinan daging akan gosong, sebab sebelum direbus pun airnya sudah bersuhu tinggi.

3. Masukkan Bahan-Bahan Lain Ke Dalam Air Rebusan

Cara memasak ayam bangkok selanjutnya adalah dengan memasukkan bahan-bahan lain ke dalam air rebusan untuk membantu daging menjadi empuk. Contoh bahan yang bisa digunakan adalah garam dan bawang putih utuh yang dimasukkan sebelum memulai merebus. Jumlah garam dan bawang putih yang digunakan menyesuaikan dengan banyaknya daging ayam yang direbus.

Bahan lain yang dapat digunakan ke dalam air rebusan selanjutnya adalah tebu. Caranya adalah dengan memotong-motong tebu terlebih dahulu, kemudian dicuci bersih. Masukkan potongan tebu tersebut ke dalam rebusan daging bangkok.

4. Sebaiknya Menutup Panci Dan Menggunakan Api Sedang

Tujuan dari panci ditutup selama proses merebus ini adalah sagar aroma tidak menguap dan daging ayam bangkok bisa cepat matang. Jadi, sebaiknya tutup panci dibuka setelah proses merebus selesai. Selama merebus juga sebaiknya menggunakan api yang sedang, tidak terlalu besar dan tidak terlalu kecil. Tujuannya agar daging ayam dapat matang dan empuk secara merata.

5. Merebus Dengan Waktu Yang Tepat

Waktu merebus disesuaikan dengan bagian ayam yang sedang direbus karena setiap bagian ayam membutuhkan waktu yang berbeda-beda. Dengan merebus dengan waktu yang pas, maka daging akan masak sempurna dengan tekstur empuk yang diinginkan.

Untuk waktu yang diperlukan merebus bagian dada ayam yang tanpa tulang yaitu selama 15 – 20 menit. Sementara, jika menggunakan dada ayam yang bertulang, maka membutuhkan waktu sekitar 30 menit. Untuk merebus paha ayam, waktu yang diperlukan adalah 30 – 40 menit. Sementara untuk ayam utuh membutuhkan waktu 1 jam.

Dengan menerapkan teknik atau cara memasak ayam bangkok yang benar, maka tekstur daging bisa menjadi empuk. Masakan rumahan sehari-hari bisa terasa seperti masakan restoran dan sejenisnya. Jadi, segera terapkan cara-cara di atas!

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *